I’tikaf Rindu: Menunggu Maklumat Langit
Oleh: Aku Dent
Di sela nderes bait-bait Alfiyah,
Ada rindu yang muncul tanpa fashal, tanpa jeda.
Ia seperti Isim Ma’rifat di tengah ribuan Nakirah,
Begitu jelas, begitu khusus, hanya tertuju pada satu wajah.
Dahulu aku mengira rindu itu Isim Mu’rab,
Bisa berubah seiring berjalannya waktu dan keadaan.
Namun nyatanya, ia adalah Isim Mabni,
Tetap tegak, tak tergoyahkan oleh angin i’lal yang menerpa.
Malam ini, hatiku sedang dalam posisi Sujud Sahwi,
Memohon ampun karena sempat lalai mengingat Sang Khalik,
Sebab bayangmu terus menyerobot masuk ke dalam khusyuk-ku,
Menjadi illat (sebab) atas sakitnya penantian yang tak kunjung usai.
Aku menantimu di pintu ndalem harapan,
Berharap doa-doaku menjadi Amil Jawazim,
Yang mampu memutus jarak dan menjazamkan kepastian,
Hingga kerinduan ini tak lagi menjadi mudari’ yang akan datang,
Tapi menjadi madhi yang indah untuk diceritakan.
05 Januari 2026










