loader image
Beranda » Blog » Madzhab Rindu: Qoul Qadim yang Abadi

Rinduku padamu bukan lagi sunnah muakkadah,

Tapi sudah menjadi fardhu ‘ain yang menuntut ditunaikan.

Ia hadir tanpa syarat dan tanpa rukun yang rumit,

Cukup dengan mengingatmu, runtuhlah seluruh pertahananku.

​Aku menata hati seperti menata barisan shof,

Berusaha lurus dan rapat, namun bayangmu selalu menjadi makmum masbuq

Datang terlambat namun selalu berhasil mengacaukan konsentrasiku,

Memaksaku mengulang niat agar tetap berada di jalan yang benar.

​Jika cinta ini adalah sebuah kitab,

Maka perpisahan adalah bab thaharah yang menyucikan ego,

Dan rindu adalah bab munakahat yang selalu ingin segera diakadkan.

Aku tak butuh banyak syarah untuk menjelaskan rasaku,

Sebab mataku sudah menjadi dalil qath’i yang tak terbantahkan.

​Kini aku hanya bisa ber-tawakkal pada ketetapan-Nya,

Menunggu namamu disebut dalam sebuah ijazah kehidupan.

Semoga penantian ini berakhir menjadi khusnul khatimah,

Di mana rindu tak lagi menjadi doa yang menggantung di langit-langit pesantren.