loader image
Beranda » Blog » Adab Mendengarkan Al-Qur’an: Cara Meraih Rahmat & Ketenangan

Membaca Al-Qur’an adalah kemuliaan, namun mendengarkannya dengan penuh khidmat adalah bentuk penghormatan yang tak kalah tinggi nilainya. Banyak orang sering menjadikan lantunan ayat suci hanya sebagai “suara latar” saat bekerja atau mengobrol, padahal Islam telah mengatur adab khusus agar pendengarnya mendapatkan janji kasih sayang (rahmat) dari Allah SWT.

​Perintah Allah: Diam dan Simak

​Landasan utama dalam adab mendengarkan Al-Qur’an termaktub dalam Surah Al-A’raf ayat 204. Allah SWT berfirman bahwa jika Al-Qur’an dibacakan, maka umat Islam diperintahkan untuk melakukan dua hal: Istima’ (mendengarkan dengan saksama) dan Anshitu (diam/tenang).

​Para ulama menjelaskan bahwa “diam” di sini bukan sekadar tidak berbicara, melainkan menenangkan anggota tubuh dan pikiran dari distraksi agar pesan-pesan langit dapat meresap ke dalam sanubari.

​Adab-Adab Utama Saat Al-Qur’an Dilantunkan

​Berdasarkan tuntunan para ulama yang dirangkum oleh NU Online, berikut adalah beberapa adab yang sebaiknya dijaga:

  • Menghadirkan Hati (Tadabbur): Berusahalah untuk merenungi makna ayat yang didengar. Jika tidak memahami bahasa Arab, hadirkanlah rasa keagungan Allah dalam hati.
  • Meninggalkan Pembicaraan: Sangat tidak beradab jika Al-Qur’an dikumandangkan sementara orang-orang di sekitarnya sibuk bersenda gurau atau berdebat.
  • Posisi Tubuh yang Sopan: Hendaknya duduk dengan tenang dan tidak melakukan gerakan-gerakan yang menunjukkan kelalaian (seperti bermain ponsel atau tertawa keras).
  • Menangis atau Terenyuh: Para salafus shalih sering kali menangis saat mendengar ayat-ayat tentang azab atau rahmat sebagai bentuk kepekaan iman.
  • Tidak Memutus Bacaan Secara Sembarangan: Jika sedang menyimak seseorang membaca secara langsung, tunggulah hingga qari menyelesaikan waqafnya dengan sempurna sebelum memberikan apresiasi atau berbicara.

​Keutamaan Mendengarkan Al-Qur’an

​Mendengarkan Al-Qur’an dengan adab yang baik memiliki fadhilah yang luar biasa, di antaranya:

  1. Mendapatkan Rahmat Allah: Sesuai janji-Nya dalam Surah Al-A’raf.
  2. Penenang Jiwa: Getaran frekuensi Al-Qur’an secara ilmiah dan spiritual terbukti mampu menurunkan tingkat stres dan memberikan ketenangan.
  3. Pahala yang Sama dengan Pembaca: Dalam beberapa keterangan, orang yang menyimak dengan saksama mendapatkan pahala yang setara dengan orang yang membacanya.

​Penutup

​Mendengarkan Al-Qur’an adalah cara termudah bagi siapa saja—baik yang fasih membaca maupun yang masih terbata-bata—untuk tetap terhubung dengan hidayah Allah. Dengan menjaga adab, kita tidak hanya sekadar “mendengar suara”, tetapi sedang menjemput kehadiran rahmat Tuhan di setiap tarikan napas kita.