loader image
Beranda » Blog » Salat Taqwiyatul Hifdzi: Amalan Penguat Hafalan Al-Qur’an

Menghafal Al-Qur’an adalah perjalanan spiritual yang penuh tantangan. Masalah utama yang sering dihadapi bukanlah saat menghafalnya, melainkan bagaimana menjaga agar hafalan tersebut tidak cepat hilang. Dalam khazanah keilmuan Islam, terdapat satu amalan khusus yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA yang dikenal dengan nama Salat Taqwiyatul Hifdzi.

​Amalan ini menjadi tumpuan bagi para pencari ilmu dan penghafal Al-Qur’an di berbagai pesantren, termasuk dalam bimbingan para masyayikh di Sirojuth Tholibin, untuk memohon ketetapan hafalan langsung kepada Allah SWT.

​Apa Itu Salat Taqwiyatul Hifdzi?

​Secara bahasa, Taqwiyatul Hifdzi berarti “memperkuat hafalan”. Salat ini bukan sekadar ritual, melainkan bentuk pengakuan seorang hamba bahwa daya ingat adalah mutlak milik Allah. Sebagaimana dikisahkan dalam Hadis riwayat Imam Tirmidzi, Sayyidina Ali pernah mengadu, “Wahai Rasulullah, Al-Qur’an ini terlepas dari dadaku (aku sulit menghafalnya).”

​Maka Rasulullah SAW mengajarkan sebuah tata cara salat sunnah yang dilakukan pada malam Jum’at untuk mengikat kembali cahaya Al-Qur’an di dalam hati.

​Tata Cara Pelaksanaan Salat Taqwiyatul Hifdzi

​Salat ini dilakukan sebanyak 4 rakaat dengan satu kali salam (atau dua kali salam menurut sebagian ulama). Waktu terbaiknya adalah sepertiga malam terakhir di hari Jum’at.

​Berikut adalah urutan surat yang dibaca setelah Al-Fatihah:

Panduan Surat Salat Taqwiyatul Hifdzi


Dilaksanakan 4 Rakaat pada Malam Jum’at:

  • Rakaat I: Al-Fatihah + Surah Yasin
  • Rakaat II: Al-Fatihah + Surah Ad-Dukhan
  • Rakaat III: Al-Fatihah + Surah As-Sajdah
  • Rakaat IV: Al-Fatihah + Surah Al-Mulk

Sumber: Sunan Tirmidzi.

Adab Setelah Salat

​Setelah melaksanakan Salat Taqwiyatul Hifdzi, tidak disarankan untuk langsung beranjak. Rasulullah SAW mengajarkan urutan zikir dan doa sebagai berikut:

  1. ​Membaca Tahmid (memuji Allah sebanyak-banyaknya).
  2. ​Membaca Salawat kepada Nabi Muhammad SAW dan para Nabi lainnya.
  3. ​Memohon ampunan (Istighfar) untuk kaum mukminin dan mukminat.
  4. ​Membaca doa khusus Taqwiyatul Hifdzi yang diawali dengan permohonan agar dijauhkan dari maksiat.

​Mengapa Harus Malam Jum’at?

​Malam Jum’at adalah waktu yang mustajab. Rasulullah SAW menyarankan untuk melakukannya selama 3, 5, atau 7 malam Jum’at berturut-turut. Konsistensi ini melatih kesungguhan (mujahadah) seorang santri. Jika dilakukan dengan ikhlas, hafalan yang sebelumnya sulit akan terasa lebih ringan dan menetap lebih lama di memori.

​Penutup

Salat Taqwiyatul Hifdzi adalah “senjata” batin bagi setiap penghafal Al-Qur’an. Ia melengkapi ikhtiar lahiriah seperti deres dan muraja’ah. Dengan melakukan salat ini, kita sedang memohon agar Allah menjadikan dada kita sebagai wadah yang layak bagi kalam-Nya yang suci.